Pemimpin Kudeta Nigeria Janji Kembalikan Sistem ke Demokrasi Dalam Waktu 3 Tahun

Jakarta, IDM - Pemimpin militer Nigeria Jenderal Abdourahamane Tchiani, yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum dan merebut kekuasaan melalui kudeta, telah berjanji untuk mengembalikan sistem pemerintahan ke demokrasi dalam waktu tiga tahun.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (21/8), pernyataan itu diungkapkan usai Tchiani bertemu dengan perwakilan Blok Ekonomi Afrika Barat atau ECOWAS di Niamey pada beberapa waktu lalu. Ia pun mengatakan bahwa langkah transisi ke demokrasi itu akan diputuskan melalui berbagai pertimbangan antar pihak berwenang dalam 30 hari ke depan.
Baca Juga: Menhan Rusia: Sumber Daya Militer Ukraina Hampir Habis
"Prinsip-prinsip langkah transisi itu akan diputuskan dalam waktu 30 hari pada dialog yang akan diselenggarakan oleh dewan militer yang berkuasa. Transisi itu sendiri berlangsung tiga tahun kedepan," kata Tchiani.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan perang dan tetap terbuka untuk dialog. Kendati demikian, ia tidak akan membiarkan pihak eksternal lain untuk ikut campur urusan negaranya.
“Baik dewan nasional maupun rakyat Nigeria tidak menginginkan perang, dan tetap terbuka untuk dialog. Tapi mari kita perjelas, jika serangan dilakukan terhadap kita, itu tidak akan menjadi dibiarkan," imbuhnya.
Baca Juga: AS, Korsel, dan Jepang Sepakat Perkuat Hubungan Militer
Selain itu, ia mengklaim ECOWAS telah menyiapkan pasukan gabungan untuk menyerang Nigeria. Menurutnya, sanksi yang diberlakukan blok tersebut untuk menekan perekonomian juga tidak sah dan mengancam kesejahteraan hidup rakyat.
Sebelumnya, ECOWAS sendiri memang telah memberlakukan sanksi berat terhadap Niger sejak kudeta pada 26 Juli lalu. Blok itu pun mengaku tidak segan mengerahkan pasukan siaga demi memulihkan sistem konstitusional di Nigeria. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































