INTERNASIONAL

Pemimpin Kudeta Nigeria Ancam Akan Hadapi Setiap Intervensi

Pasukan militer Nigeria.
Pasukan militer Nigeria. (Foto: Dok. Guardian.ng)

Jakarta, IDM - Para pemimpin militer yang melakukan kudeta di Nigeria menyebut akan hadapi semua pihak asing yang mencoba mengintervensi situasi internal negaranya. Pernyataan itu diungkapkan sebelum pertemuan KTT Afrika pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin (31/7), Kepala negara dari 15 anggota Economic Community of West African States (ECOWAS) disebut berencana untuk menekan militer Nigeria dengan menetapkan berbagai sanksi seperti memutus kegiatan perbankan dan keuangan hingga menutup perbatasan. Bahkan, mereka tidak segan melakukan tindakan lebih lanjut termasuk intervensi militer guna memulihkan tatanan konstitusional.

Baca Juga: Intelijen AS: Cina Pasok Teknologi Militer untuk Dukung Perang Rusia di Ukraina

Sementara, juru bicara militer Kolonel Mayor Amadou Abdramane mengecam rencana ECOWAS tersebut. Ia menilai, ECOWAS akan mengajak kelompok negara-negara lain untuk membantu mereka melakukan intervensi terhadap Nigeria.

"Tujuan dari pertemuan (ECOWAS) adalah untuk menyetujui rencana agresi terhadap Niger melalui intervensi militer yang bekerja sama dengan negara-negara Afrika lainnya yang bukan anggota ECOWAS, dan negara-negara Barat tertentu,” kata Abdramane.

Abdramane pun menegaskan akan mengerahkan kekuatan militer jika ECOWAS berupaya 'ikut campur' urusan di negaranya. Lebih lanjut, kini Jenderal Abdourahmane Tchiani, mantan kepala Paspamres, telah mendeklarasikan dirinya sebagai presiden Nigeria.

Baca Juga: Presiden Putin: Rusia Tidak Menolak Pembicaraan Damai dengan Ukraina

"Kami ingin sekali lagi mengingatkan ECOWAS atau pihak lainnya tentang tekad kuat kami untuk mempertahankan tanah air kami," ujarnya.

ECOWAS sendiri merupakan kelompok negara-negara Afrika yang fokus pada isu ekonomi. Tetapi sejak tahun lalu, kelompok ini sepakat membentuk pasukan keamanan regional untuk mengintervensi kelompok pemberontak dan mencegah kudeta militer. Hal itu dilakukan karena mereka menganggap wilayah Afrika rentan terhadap ancaman tersebut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.