INTERNASIONAL

PBB Ungkap Israel Terus Lancarkan Serangan ke Jalur Gaza

Kamp pengungsian
Kamp pengungsian di Jalur Gaza (Foto: Dok. X/UNRWA)

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel terus melakukan serangan udara dan agresi di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, di tengah kesepakatan gencatan senjata yang memasuki tahap kedua.

Juru Bicara PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Stephane Dujarric mengatakan bahwa serangan itu menargetkan daerah pemukiman sipil.

"OCHA telah menerima lebih banyak laporan tentang serangan udara, pengeboman, penembakan dan tembakan melalui angkatan laut dalam 24 jam terakhir. Ini termasuk serangan di daerah pemukiman, yang membahayakan warga sipil dan menambah kesengsaraan yang telah mereka alami selama 28 bulan terakhir," kata Dujarric melansir keterangan tertulis Un.org, Rabu (11/2).

Baca Juga: Wapres Palestina Serukan Dukungan Hentikan Perluasan Pendudukan Israel di Tepi Barat

Ia menekankan, warga dan infrastruktur sipil harus dilindungi selama konflik berdasarkan hukum humaniter Internasional. Mereka juga harus terus mendapat perawatan yang dibutuhkan secara memadai.

Ia mengungkapkan, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah membuka kembali Pusat Kesehatan Bureij, yang terletak di Deir al-Balah. Mereka menyediakan layanan-layanan penting setelah berbulan-bulan ditutup. Fasilitas itu kini menyediakan layanan kesehatan primer, layanan kesehatan ibu, uji laboratorium, dan perawatan gigi.

"Namun, ribuan pasien masih belum memiliki kesempatan untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan, karena beberapa layanan kesehatan penting masih belum tersedia di Jalur Gaza," ujarnya.

Baca Juga: Trump Menolak Kebijakan Ekspansionis Israel di Tepi Barat

Prioritas utama tim di lapangan adalah memulihkan berbagai layanan, termasuk rehabilitasi fasilitas yang rusak dan memperluas perawatan darurat. Hal ini membutuhkan lebih banyak pasokan medis, termasuk barang-barang yang tidak mudah disetujui oleh otoritas Israel, seperti mesin sinar-X dan alat laboratorium.

Hingga pekan lalu, OCHA bersama mitra lainnya telah menyediakan tempat tinggal darurat bagi lebih dari 5.600 keluarga, termasuk hampir 5.000 tenda terpal dan lebih dari 12.000 perlengkapan tidur. Bulan lalu, bantuan serupa juga telah diberikan termasuk sekitar 8.000 tenda kepada lebih dari 85.000 keluarga.

"Kami dan para mitra siap untuk meningkatkan operasi kemanusiaan lebih lanjut. Namun, hal ini membutuhkan pencabutan semua pembatasan terhadap pekerjaan kami. Semua mitra kemanusiaan kami harus diizinkan untuk beroperasi tanpa hambatan dan membawa pasokan serta peralatan yang sangat dibutuhkan," pungkasnya.

Baca Juga: Ukraina dan Prancis Berencana Produksi Senjata Bersama

Israel terus melakukan pelanggaran kesepakatan sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober tahun lalu. Pelanggaran itu terus berlanjut meskipun Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada bulan Januari lalu bahwa tahap kedua perjanjian gencatan senjata telah dimulai.

Tahap kedua mencakup penarikan sebagian Pasukan Bersenjata Israel dari Gaza dan peluncuran upaya rekonstruksi, yang menurut perkiraan PBB akan menelan biaya sekitar $70 miliar. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.