PBB: Situasi di Gaza Semakin Kacau, Hambat Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, IDM – Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa kekacauan dan 'keadaan tanpa hukum' di Gaza telah menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Itulah sebabnya gencatan senjata harus segera dilakukan.
Dilansir dari AA, Sabtu (22/6), Guterres mengungkapkan, kini truk yang masuk ke Gaza semakin sulit. Namun, ketika berhasil memasuki wilayah konflik itu, sebagian besar truk yang membawa bantuan kemanusiaan langsung dijarah.
Baca Juga: Dukung Penyelesaian Konflik, Armenia Akui Negara Palestina
“Situasi di Gaza menjadi situasi tanpa hukum total. Sebagian besar truk bantuan kemanusiaan di Gaza kini dijarah karena ini adalah perang yang berbeda dari perang lainnya,” kata Guterres.
Menurutnya, situasi di Gaza tidak seperti peperangan tradisional di mana pihak yang melakukan pendudukan menjamin keamanan dan pengelolaan wilayah yang mereka kendalikan. Selain itu, distribusi bantuan kemanusiaan sangat sulit dilakukan karena serangan dan pemboman yang terus terjadi.
Baca Juga: Putin Peringatkan Korsel untuk Tidak Kirim Senjata ke Ukraina
"Terdapat kekacauan total di Gaza, di mana tidak ada otoritas di sebagian besar wilayah tersebut. Israel bahkan tidak mengizinkan apa yang disebut pasukan biru (Pasukan Penjaga Perdamaian PBB) untuk mengawal konvoi kami," imbuhnya.
Ia pun menekankan, perlunya mekanisme yang menjamin ketertiban untuk memfasilitasi distribusi bantuan, yang dipatuhi oleh pihak berkonflik. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































