INTERNASIONAL

PBB: Iran Perkaya Uranium Hampir Setingkat Bom Atom

Fordow Fuel Enrichment Plant (FFEP)
Fasilitas pengolahan uranium di Fordow Fuel Enrichment Plant (FFEP), Provinsi Qom, Iran (Foto: Dok. Iran Press)

Jakarta, IDM - International Atomic Energy Agency (IAEA) melaporkan bahwa Iran telah mengolah uranium hingga berada di tingkat kemurnian 83,7 persen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena mendekati tingkat uranium yang dibutuhkan untuk membuat bom atom yaitu 90 persen.

Dilansir dari AP, Jumat (3/3), laporan badan pengawas nuklir PBB ini rampung setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan di Fordow Fuel Enrichment Plant (FFEP) yang berada di Provinsi Qom, Iran pada 22 Januari 2023. Pemeriksaan rutin tersebut menunjukan hasil yang membuktikan bahwa Iran telah semakin fokus mengembangkan kemampuan nuklirnya. Dalam kurun waktu lima tahun, Iran mulai mengolah Uranium U-235 di tingkat 20 persen, hingga kini mencapai tingkat yang tertinggi.

Baca Juga: Terima Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Prabowo Dukung Peningkatan Kerja Sama Militer bagi Stabilitas Kawasan

Meskipun begitu, Iran mengklaim bahwa mereka tidak secara sengaja membuat tingkat uranium yang mendekati bom atom. Iran beralasan pada IAEA, hal itu terjadi karena adanya fluktuasi yang tidak diinginkan saat proses pengayaan uranium.

"Iran memberi tahu bahwa fluktuasi yang tidak diinginkan dalam tingkat pengayaan mungkin telah terjadi selama masa transisi. Diskusi antara badan tersebut dan Iran untuk mengklarifikasi masalah ini sedang berlangsung,” ujar IAEA.

Langkah Iran itu menambah panjang rangkaian pelanggaran terhadap Perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang mengatur batas pengolahan nuklir sejak tahun 2015. Mulanya, perjanjian tersebut dinilai efektif untuk menahan kekuatan negara yang memiliki kemampuan nuklir tetapi menjadi semakin longgar setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri pada tahun 2018.

Baca Juga: Prajurit Marinir dan Kopaska Dipersenjatai Nano ‘Bug’ Drone

Serangkaian perundingan untuk memperbarui perjanjian nuklir pun telah dilakukan sejak tahun 2021, dimana Pemerintah Biden mendesak Iran untuk mematuhi batas pengolahan nuklir. AS pun telah menerapkan berbagai sanksi ekonomi untuk menekan Iran. Namun, perlombaan kekuatan nuklir ini belum menemukan titik terang. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.