PBB akan Kumpulkan Bantuan untuk Palestina Senilai $2.8 Miliar

Jakarta, IDM – Badan Kemanusiaan PBB untuk Palestina atau OCHA oPT meluncurkan seruan global untuk mengumpulkan bantuan senilai $2,8 miliar bagi jutaan warga Palestina yang terdampak konflik.
Dilansir dari Un.org, Kamis (18/4), Kepala OCHA oPT Andrea De Domenico mengatakan bahwa “operasi besar-besaran” diperlukan untuk mendistribusikan makanan dan memulihkan fasilitas umum yang rusak. Namun, menurutnya hal itu tidak dapat dilaksanakan selama konflik berlangsung.
Baca Juga: Armenia Sebut Azerbaijan Telah Melakukan Pembersihan Etnis di Nagorno-Karabakh
Ia menunjuk pada hancurnya fasilitas air dan sanitasi, pemukiman, jalan dan sekolah, termasuk universitas. Ia pun menyoroti serangan Israel di Rumah Sakit Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, yang akhirnya harus berhenti beroperasi.
Jumlah target bantuan yang akan dikumpulkan ini berkurang dari $4 miliar menjadi $2.8 miliar karena mempertimbangkan sulitnya akses pengiriman ke Gaza. Sementara, sekitar 10 persennya akan dikirim ke Tepi Barat, yang juga mengalami peningkatan serangan dari Israel.
Baca Juga: Think Tank AS: Korut Terus Tingkatkan Pengawasan Terhadap Warganya
“Seluruh komunitas kemanusiaan akan berupaya mengumpulkan dana sebesar 2,8 miliar untuk mendukung 3 juta orang yang teridentifikasi di Tepi Barat dan Gaza. Dimana tentunya, 90 persennya untuk Gaza," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































