Pasukan Korut Bantu Rusia Lawan Ukraina, AS: Mereka Target yang Sah

Jakarta, IDM – Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang bertempur melawan Ukraina adalah "target yang sah".
Hal itu ia ungkapkan usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan pasukan Korut telah menjadi korban saat bertempur membantu Rusia pada beberapa waktu lalu.
"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa setiap tentara Korut yang dibawa keluar dari medan perang, tentu saja, merupakan target yang sah," imbuh Miller saat konferensi pers melansir State.gov, Selasa (3/12),
Baca Juga: Israel-Hizbullah Saling Tuduh Melanggar Gencatan Senjata
Kendati demikian, ia menyebut pihaknya tidak memiliki informasi terkini mengenai jumlah pasukan Korut yang tewas maupun terluka akibat melawan Ukraina. Namun, ia kembali mengatakan bahwa sekitar 11.000 tentara Korut telah dikerahkan ke Kursk.
"Kita telah melihat Korut dan Rusia meningkatkan perang melawan Ukraina dengan mengerahkan pasukan Korut ke Kursk, tempat mereka terlibat dalam operasi tempur langsung melawan pasukan Ukraina. Itu adalah eskalasi besar oleh Pemerintah Rusia yang melibatkan Korut," ujarnya.
"Itulah sebabnya Anda telah melihat kami mengambil langkah-langkah dalam beberapa minggu terakhir untuk memperkuat pertahanan Ukraina terhadap negaranya, dan kami akan terus melakukannya," sambungnya.
Baca Juga: Zelensky Ingin Rebut Kembali Wilayah yang Diduduki Rusia Melalui Diplomasi
Ia pun menggarisbawahi perlunya China untuk "berbuat lebih banyak" dalam hal perang Rusia di Ukraina, dengan tujuan mengembalikan stabilitas keamanan.
"Kami terus mengatakan bahwa mereka (China) perlu berbuat lebih banyak, dan kami telah menjelaskan kepada mereka bahwa tindakan yang telah diambil Rusia… mengganggu stabilitas kawasan dan seharusnya menjadi hal-hal yang harus diperhatikan China," katanya.
"Dan mereka harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan pasokan barang-barang penggunaan ganda (dual-use good) dan teknologi lain yang telah digunakan Rusia untuk mendukung perangnya," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































