Panglima TNI Bersama Menhan Melaksanakan Rapat Kerja Dengan Komisi I DPR RI

Jakarta, IDM-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Menhan Prabowo Subianto, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jl. Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).
Rapat yang berlangsung secara tertutup tersebut membahas tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL) Kemhan/TNI Tahun Anggaran 2021.
Rapat berlangsung mulai dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Menhan Prabowo, usai raker menyampaikan, dalam rapat tersebut dibicarakan anggaran Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI termasuk TNI AD, TNI AL dan TNI AU Tahun Anggaran 2021.
“Intinya membahas soal anggaran, penjelasan anggaran, alokasinya untuk Kemhan, Mabes TNI AD, AL dan AU,” kata nya.Selain itu, kata dia, Komisi I juga menanyakan perihal rancangan program kerja Kemhan pada 2021.
Komisi I juga, lanjut Prabowo, menanyakan maksud pengertian dari beberapa kegiatan. “Kita sudah jelaskan panjang lebar akan kita perbaiki dan sudah dapat kesimpulan yang akan diteruskan ke Badan Anggaran,” kata Ketum Partai Gerindra ini. (wan/mai)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































