Palestina Kecam Veto AS Terhadap Resolusi Gencatan Senjata Gaza

Jakarta, IDM – Diplomat Palestina untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Riyad Mansour mengecam veto Amerika Serikat (AS) atas resolusi Dewan Keamanan (DK) yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Menurutnya, veto itu telah menghalangi DK bertindak melindungi warga sipil.
Mansour mengatakan, resolusi itu adalah "standar minimum yang ditentukan oleh kemanusiaan, legalitas, dan moralitas. Sangat disesalkan dan menyakitkan bahwa resolusi ini telah diblokir, mencegah DK memainkan perannya yang semestinya dalam menghadapi kekejaman ini dan melindungi warga sipil dalam menghadapi genosida," ujarnya saat sidang DK PBB, melansir UN WEB TV, Jumat (19/9).
Baca Juga: AS Veto Resolusi DK PBB Tentang Gaza untuk Keenam Kalinya
Ia kembali menyerukan agar genosida segera dihentikan. Konflik di Gaza telah menghancurkan kehidupan warga dan mengancam masa depan anak-anak.
Selain itu, ia memperingatkan agar tidak bersikap pilih kasih. "Kita seharusnya tidak hanya melihat sebagian dari penderitaan sekelompok orang dan sepenuhnya mengabaikan pengakuan atas penderitaan besar rakyat Palestina," katanya.
"Tidak ada pembenaran untuk membunuh dan melukai warga sipil, baik Palestina maupun Israel. Menyerukan agar kekerasan semacam itu diakhiri tanpa syarat, tanpa penundaan, tanpa alasan," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak berhak membantai warga Palestina, tidak berhak membuat warga kelaparan, maupun serangan terstruktur lain yang bertujuan untuk pembersihan etnis.
Baca Juga: Cina Tegaskan Menentang Kemerdekaan Taiwan
"Melindungi Israel berarti membiarkannya terus berada di jalur mengerikan yang tidak akan pernah mengarah pada perdamaian, keamanan, atau integrasi,' katanya.
Dengan veto AS untuk yang keenam kalinya, ia mendesak semua negara untuk bertindak di luar DK dan mengambil langkah-langkah tegas yang akan menghalangi pendudukan Israel. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































