Palestina Kecam Serangan Israel yang Berkepanjangan

Jakarta, IDM – Palestina mengecam tindakan Israel yang terus melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan di Jalur Gaza, yang menewaskan 14 warga Palestina.
"Baru-baru ini terjadi pembunuhan terhadap 14 warga Palestina dalam 24 jam terakhir akibat bombardir terus-menerus dari pendudukan meskipun ada gencatan senjata," tulis Kepresidenan Palestina melansir platform X, Selasa (17/2).
Baca Juga: Asah Kemampuan Menembak, Satgas Yonmek TNI Konga Gelar Latihan Rutin
Lebih lanjut, dikatakan bahwa keputusan Kabinet Israel untuk memperluas aneksasi di Tepi Barat merupakan pelanggaran hukum internasional sekaligus mengakhiri perjanjian yang telah ditandatangani. Kepresidenan Palestina juga menekankan aturan Israel itu tidak melegitimasi perampasan hak warga Palestina tersebut.
"Kebijakan Israel tentang penyitaan tanah atau pembatasan kebebasan dan pergerakan rakyat Palestina tidak akan memberikan legitimasi apa pun atau mencabut hak rakyat Palestina atas tanah air mereka," katanya.
Baca Juga: Pasukan Perdamaian TNI di Kongo Gelar Penyuluhan Malaria hingga Keterampilan Memasak
Kepresidenan Palestina menyerukan kepada komunitas internasional, Uni Eropa dan negara-negara besar khususnya Amerika Serikat (AS), untuk menekan Israel guna menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina. Serangkaian serangan Israel dipandang 'menantang' rencana damai yang diusulkan Presiden AS Donald Trump dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































