Ngeri! AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah untuk Gempur Iran

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) benar-benar tancap gas mempertebal kekuatan militer di Timur Tengah. Pentagon kini mulai mengerahkan kapal induk ketiganya, USS George H.W. Bush, untuk memperkuat gempuran terhadap Iran seiring perang yang hampir memasuki pekan kedua.
Laporan Fox News menyebutkan, kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) telah merampungkan seluruh persiapan akhir di lepas pantai Carolina Utara. Kapal induk raksasa ini akan segera bertolak menuju perairan Mediterania Timur untuk bergabung dengan armada tempur AS lainnya.
Gugus tugas kapal induk ini sekarang dalam kondisi prima setelah menyelesaikan latihan tempur unit komposit. Kapal yang mengangkut puluhan jet tempur canggih ini bakal mendapat pengawalan ketat dari armada kapal perusak berpeluru kendali.
Baca Juga: Iran Putuskan untuk Berhenti Serang Negara Tetangga
"Kami tahu rekan-rekan seperjuangan tengah bertaruh nyawa di sana saat ini. Tugas kami adalah memastikan, saat mereka membutuhkan bantuan, kami siap memberikannya seketika tanpa ragu," tegas Komandan kapal induk Bush, Kolonel Robert Bibeau, sebagaimana mengutip USNI News, Minggu (8/3).
Tiga Raksasa Laut 'Kepung' Iran
Kedatangan USS George H.W. Bush akan melengkapi dua kapal induk AS yang sudah lebih dulu bersiaga di kawasan panas tersebut. Berdasarkan pantauan USNI News, kapal induk terbaru AS, USS Gerald R. Ford (CVN-78), baru saja melintasi Terusan Suez dan masuk ke perairan Laut Merah.
Sementara itu, kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) juga masih aktif beroperasi di perairan Laut Arab dan Laut Oman. Dengan hadirnya tiga kapal induk sekaligus, AS memiliki daya pukul udara yang sangat mematikan untuk menjangkau daratan Iran dari berbagai sisi.
Langkah masif militer AS ini merupakan buntut dari gempuran besar-besaran AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu. Sumber Anadolu melaporkan serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, ratusan siswi sekolah, hingga sejumlah pejabat tinggi militer.
Iran membalas serangan itu dengan menghujani pangkalan militer, kantor diplomatik, dan personel AS di seluruh kawasan dengan rentetan rudal. Kondisi yang terus memanas inilah yang memaksa Pentagon mengirimkan tambahan kapal induk ke garis depan.
Baca Juga: AS Klaim Serangan Balasan Iran Berkurang hingga 90%
Pecahkan Rekor Perang Vietnam
Pengerahan kekuatan ini juga memaksa para pelaut AS bekerja ekstra keras di tengah konflik. Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Jim Kilby, mengonfirmasi Departemen Pertahanan memperpanjang masa tugas kapal induk USS Gerald R. Ford hingga Mei mendatang.
Jika Ford terus bersiaga hingga pertengahan April, kapal ini akan memecahkan rekor penugasan kapal induk terlama setelah era perang Vietnam. Kapal induk terbaru ini diperkirakan akan menghabiskan total 11 bulan di tengah laut tanpa pulang demi menjamin posisi AS dalam perang melawan Iran. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































