Netanyahu Peringatkan Houthi akan 'Bayar Mahal' Usai Serang Israel

Jakarta, IDM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan Houthi bahwa kelompok militan itu akan membayar "harga yang mahal" usai meluncurkan serangkaian serangan udara ke Israel.
"Seperti yang kami janjikan, Houthi membayar, dan akan terus membayar, harga yang mahal atas agresi mereka terhadap kami. Hari ini kami menyerang target teroris rezim teroris Houthi di jalur pantai barat dan jauh di dalam Yaman," tulis Netanyahu melalui platform X, Sabtu (11/1).
Baca Juga: Swedia Akuisisi 44 Tank Leopard 2 A8
Hal itu ia ungkapkan usai Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengklaim telah menyerang pembangkit listrik Hezyaz di ibu kota Yaman, Sanaa, serta pelabuhan Yaman, Hodeidah dan Ras Issa. IDF meyakini infrastruktur itu digunakan oleh Houthi untuk operasi militer.
IDF, IDF melaporkan bahwa Houthi telah meluncurkan 320 drone ke Israel selama beberapa bulan terakhir, serta telah menembakkan 40 rudal permukaan ke permukaan dari Yaman ke Israel sejak 7 Oktober 2023.
Baca Juga: AS Sebut Negosiasi Gencatan Senjata Gaza Alami Kemajuan
"Mereka menimbulkan bahaya bagi Israel dan seluruh kawasan, termasuk pelanggaran kebebasan navigasi global. Kami akan terus bertindak melawan semua ancaman yang membahayakan penduduk Israel dan membubarkan proksi Iran," imbuh Netanyahu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































