INTERNASIONAL

Netanyahu: Konflik Israel-Iran Berhenti Jika Pemimpin Tertinggi Iran Terbunuh

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Dok. gov.il)

Jakarta, IDM – Konflik yang terjadi antara Israel dan Iran terus memanas. Setelah kedua negara saling serang melalui serangan udara, kini Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pernyataan yang cukup kontroversi.

Dilansir dari AFP pada Selasa (17/6), Netanyahu mengungkap cara mengakhiri konflik antara Israel dan Iran adalah dengan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

“Ini tidak akan meningkatkan konflik, ini akan mengakhiri konflik,” ujar Netanyahu.

Baca Juga: Iran Peringatkan Potensi Keluar dari Perjanjian Non-proliferasi Nuklir

Pernyataan tersebut terungkap dalam wawancara saat ditanya mengenai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang memveto rencana Israel membunuh pemimpin tertinggi Iran karena khawatir akan meningkatkan eskalasi antara kedua negara.

Israel sebelumnya telah melancarkan serangan ke Ibu Kota Iran sejak Jumat (13/6). Khamenei memperingatkan serangan balasan kepada israel setelah beberapa fasilitas nuklir dan militer Iran terkena serangan.

Dampak dari serangan Israel ke beberapa kota di Iran tersebut telah merusak kompleks perumahan, gedung-gedung pemerintah, infrastruktur pertahanan dan ekonomi, transportasi hingga fasilitas nuklir serta menewaskan beberapa komandan tinggi angkatan bersenjata, ilmuwan, wanita sampai anak-anak.

Baca Juga: Diserang Israel, Iran Tegaskan Berhak Membela Diri

Namun, Netanyahu justru membela diri dengan menyebut apa yang dilakukan iran dapat membuat perang nuklir semakin dekat. Ia mengklaim jika yang dilakukan Israel adalah mencegah hal tersebut terjadi.

"Faktanya, apa yang Israel lakukan adalah mencegah hal ini, mengakhiri agresi ini, dan kita hanya bisa melakukannya dengan melawan kekuatan jahat," ujar Netanyahu.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menyebut bahwa yang dilakukan Iran adalah sebagai bentuk membela diri. Ia menambahkan, Netanyahu melakukan serangan disaat Iran sedang melakukan proses negosiasi nuklir dan memilih jalur diplomasi dan dialog.

Baca Juga: Komisi I Desak Pemerintah Bentuk Task Force Evakuasi WNI dari Wilayah Rawan Konflik Iran-Israel

Atas terjadinya serangan tersebut, Iran menyatakan negosiasi nuklir tidak dapat dilanjutkan dan Israel harus bertanggung jawab karena telah memulai konflik.

Selain itu, Israel juga telah melanggar sejumlah hukum internasional termasuk prinsip larangan penggunaan kekerasan dalam Pasal 2 (4) Piagam PBB dengan serangan militer yang diklaim sebagai "pertahanan preventif".

"Republik Islam Iran, berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, memiliki hak untuk membela diri. Serangan bersenjata dan ilegal oleh rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran bukan hanya serangan terhadap Iran, tetapi juga serangan terhadap seluruh sistem PBB dan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Selasa (17/5). (nhn/bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.