INTERNASIONAL

Netanyahu Buka Suara Soal Penahanan Aktivis Global Sumud Flotilla

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Dok. X/Prime Minister of Israel)

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya berhak untuk mencegah Global Sumud Flotilla, para relawan kemanusiaan yang berusaha menembus blokade Israel di Gaza.

Namun, ia menilai bahwa perlakuan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir atas para aktivis yang berasal dari berbagai negara itu tidak sejalan dengan norma-norma Israel.

Baca Juga: AS akan Kurangi Jumlah Pasukan di Eropa

Sebelumnya, Ben-Gvir merilis rekaman video melalui platform X miliknya yang menunjukan perlakuan Israel atas para aktivis di fasilitas penahanan di Pelabuhan Ashdod. Ia kemudian terlihat melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung.

"Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza," kata Netanyahu melalui platform X.

"Namun, cara Menteri Ben-Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel. Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin," sambungnya.

Baca Juga: Indonesia Kecam Israel Tangkap Relawan Global Sumud Flotilla 2.0

Selain Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, turut mengecam rekaman video yang dirilis oleh Ben-Gvir. Ia membalas rekaman di platform X itu dengan mengatakan "Anda dengan sadar merugikan negara kita dalam pertunjukan memalukan ini, dan bukan untuk pertama kalinya."

"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang telah dilakukan oleh begitu banyak orang dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya. Tidak, Anda bukanlah wajah Israel," tegasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.