Indonesia Kecam Israel Tangkap Relawan Global Sumud Flotilla 2.0

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam penangkapan relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel. Tindakan itu bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
Baca Juga: Bertemu Putin, Presiden Cina Tekankan Pentingnya Dunia Multipolar
"Indonesia kembali menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan relawan yang tergabung di dalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," tegas Kemlu RI melansir keterangan tertulis, Kamis (21/5).
Pemerintah juga terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap. Sejak awal keberangkatan armada Global Sumud Flotilla, Kemlu RI dan para perwakilan terkait telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan.
Baca Juga: AS akan Kurangi Jumlah Pasukan di Eropa
"Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke Tanah Air secepatnya," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































