Negara-negara Teluk Terus Menangkal Serangan Iran

Jakarta, IDM – Konflik antara Iran-Amerika Serikat (AS) semakin memperburuk ketegangan di Timur Tengah. Beberapa negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, dan Yordania terus menangkal serangkaian serangan drone dan rudal Teheran.
Baca Juga: 5.208 Orang Tewas Akibat Gempa Venezuela, Bantuan Terus Mengalir
Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan, pihaknya kembali menangkal drone Iran pada Senin (20/7). Senada, militer Bahrain terus aktif mencegat serangan Teheran dan keduanya mengatakan bahwa infrastruktur sipil telah menjadi sasaran.
Melansir Al Jazeera, Kedutaan Besar AS di Bahrain memeringatkan bahwa Iran mungkin berencana menargetkan Ibu Kota Manama. Selain itu, militer Yordania kembali menghancurkan setidaknya tiga rudal, satu di antaranya mendarat di lahan terbuka.
Baca Juga: AS: Selat Hormuz jadi Alat Tawar Iran
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim menyerang gudang amunisi dan sistem radar pertahanan udara di Kuwait. Namun, Kuwait tidak mengonfirmasi klaim itu dan fokus memulihkan pembangkit listrik dan desalinasi air yang rusak akibat serangan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































