NATO Sebut Dukungan Cina Berperan Penting Bagi Rusia Melawan Ukraina

Jakarta, IDM – NATO secara tegas menyatakan bahwa Cina merupakan ancaman karena menjadi sekutu utama dan mendukung Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Dalam 'Deklarasi KTT Washington', NATO menyebut dukungan Cina berperan penting dalam perang Rusia melawan Ukraina, yang didasarkan atas kemitraan tanpa batas antara keduanya.
"Cina telah menjadi pihak yang berperan penting dalam perang Rusia melawan Ukraina melalui apa yang disebut sebagai kemitraan “tanpa batas” dan dukungan skala besarnya terhadap basis industri pertahanan Rusia," tulis pernyataan bersama tersebut, melansir Nato, Kamis (11/7).
Baca Juga: Konflik Sudan Meluas, Ratusan Ribu Warga Terpaksa Mengungsi
NATO juga menyebut Cina telah melakukan serangkaian aktivitas siber yang mengancam keamanan Euro-Atlantik. Aliansi pertahanan beranggotakan 32 negara itu pun menyoroti peningkatan aktivitas nuklir strategis Cina, yang dianggap menggangu stabilitas perdamaian.
"Kami telah melihat aktivitas siber dan hibrida berbahaya yang berkelanjutan, termasuk disinformasi, yang berasal dari Cina," katanya.
"Cina terus memperluas dan mendiversifikasi persenjataan nuklirnya secara cepat dengan lebih banyak hulu ledak dan sistem canggih dalam jumlah lebih besar," tambahnya.
Baca Juga: NATO Pastikan Keanggotaan Ukraina Ketika Perang Usai
Oleh sebab itu, NATO menyerukan agar Cina, selaku anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk bertanggung jawab menegakkan tujuan dan prinsip Piagam PBB dengan menghentikan semua dukungan material maupun politik terhadap upaya perang Rusia.
Hal itu mencakup menghentikan transfer material yang memiliki kegunaan ganda, seperti komponen senjata, peralatan, dan bahan mentah yang berfungsi sebagai bagian yang berguna bagi pertahanan Rusia.
"Kami mendesak Cina untuk terlibat dalam diskusi pengurangan risiko strategis dan mendorong stabilitas melalui transparansi. Kami tetap terbuka terhadap hubungan konstruktif dengan Cina, termasuk membangun transparansi timbal balik," tegasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































