NATO: Patriot akan Dikirim ke Kyiv Secepat Mungkin

Jakarta, IDM – Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR) NATO Alexus Grynkewich mengatakan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk segera mentransfer sistem pertahanan udara Patriot tambahan ke Ukraina.
"Kami bekerja sama sangat erat dengan Jerman dalam pengiriman Patriot. Pedoman yang telah diberikan kepada saya adalah untuk bergerak secepat mungkin," ujarnya melansir Reuters, Kamis (17/7).
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Soroti Pentingnya Hormati Kedaulatan Negara, Kecam Intervensi Israel di Suriah
Namun, ia mengaku belum mengetahui berapa jumlah sistem Patriot yang akan dikirim ke Kyiv. Negara -negara anggota pemilik Patriot juga dikabarkan akan bertemu di markas militer NATO SHAPE di Belgia pada minggu depan.
"Akan ada lebih banyak lagi yang akan datang, kami akan bergerak secepat mungkin," ujarnya.
Baca Juga: Cina dianggap Sebagai Ancaman di LCS: Survei
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa beberapa rudal Patriot, yang berasal dari Jerman, sudah dalam pengiriman ke Ukraina. Sebelumnya, Jerman telah menyumbangkan tiga unit Patriot miliknya ke Kyiv.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berulang kali menyerukan pentingnya Patriot hingga akhirnya Trump memutuskan untuk kembali mengirim sistem itu, yang diklaim mampu mencegat rudal balistik dan hipersonik yang diluncurkan Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































