NATO Fokus untuk Tidak Bergantung Pada Satu Negara

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa aliansi itu secara bertahap mengurangi ketergantungan pada satu negara. Hal itu ia ungkapkan menjelang pertemuan para Menteri Luar Negeri NATO di Helsingborg, Swedia, Jumat (22/5).
"Arah yang sedang kita tempuh yaitu Eropa yang lebih kuat dan NATO yang lebih kuat, memastikan bahwa dari waktu ke waktu, selangkah demi selangkah, kita akan semakin tidak bergantung pada satu sekutu saja, seperti yang telah dilakukan selama ini, yaitu Amerika Serikat (AS)," ujarnya, melansir Nato.int.
Baca Juga: Sembilan WNI Relawan Global Sumud Flotilla Segera Kembali ke Indonesia
Ia menuturkan, pergeseran ini akan memberi AS ruang yang lebih besar untuk fokus pada prioritas lain karena para anggota NATO tengah meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 5%.
"Ini diperlukan tidak hanya untuk menyamakan pengeluaran dengan AS, tetapi juga untuk memastikan bahwa kita memiliki apa yang kita butuhkan untuk menentukan pertahanan terhadap musuh kita," tambahnya.
Ia pun menggarisbawahi bahwa AS akan terus memainkan peran kunci di Eropa dalam pertahanan nuklir dan konvensional. AS berencana untuk mengirim 5.000 prajurit tambahan ke Polandia.
Pernyataannya muncul di tengah kritik AS baru-baru ini terhadap beberapa anggota aliansi karena tidak mengizinkan pangkalan militer mereka digunakan untuk mendukung serangan AS ke Iran.
Baca Juga: Operasi Diplomasi RI Berhasil, 9 WNI Flotilla Gaza Keluar dari Israel
"Dalam hal menyediakan pangkalan militer mereka, melakukan apa yang dapat diharapkan AS berdasarkan komitmen bilateral," imbuhnya.
Terkait Selat Hormuz, kata dia, negara-negara anggota NATO telah memberikan bantuan maksimal sebagai sekutu ke AS. Beberapa negara telah mengerahkan armada militer dan unit lainnya seperti pembersih ranjau, guna memastikan kebebasan navigasi di perairan tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































