Muak Menjadi Target, Qatar Usir Atase Militer Iran

Jakarta, IDM – Qatar menetapkan 'persona non grata' bagi atase militer dan keamanan di Kedutaan Besar Iran. Mereka diminta untuk meninggalkan Doha dalam waktu 24 jam.
Melansir pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar, Kamis (19/3), keputusan itu diambil karena Qatar berulang kali menjadi target serangan udara Iran, yang dianggap melanggar prinsip-prinsip hukum internasional, Resolusi Dewan Keamanan No. 2817 hingga aturan bertetangga baik.
Baca Juga: Iran Izinkan Lebih Banyak Kapal Lewati Selat Hormuz di Tengah Konflik
Kemlu Qatar memperingatkan bahwa jika Iran terus melanjutkan "pendekatan bermusuhan ini, Qatar akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya."
"Qatar berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanannya, sesuai dengan hukum internasional," tegasnya.
Baca Juga: Pejabat Tinggi Tewas, Menlu Iran Tegaskan Pemerintah Tetap Solid
Keputusan diumumkan setelah serangan rudal Iran terhadap lokasi produksi gas Ras Laffan di Qatar. Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran terus melakukan serangan balasan dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Konflik ini juga berdampak pada harga minyak dan penerbangan internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































