Misi UNIFIL, KRI Sultan Iskandar Muda Sukses Penuhi Standar PBB di Lebanon

Jakarta, IDM – Kapal perang TNI AL, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dinyatakan memenuhi standar operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Hasil itu diperoleh setelah kapal yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) tersebut menjalani inspeksi PBB di Laut Mediterania.
Inspeksi dilakukan Sabtu (20/12) oleh tim PBB yang mengecek langsung kesiapan kapal, mulai dari sistem kendali tempur, ruang mesin, hingga fasilitas pendukung bagi prajurit. Pemeriksaan juga mencakup kelengkapan keselamatan dan kesiapan helikopter yang digunakan dalam operasi laut.
Baca Juga: PBB Perpanjang Misi Penjaga Perdamaian di Kongo
Sebelum turun ke lapangan, tim inspeksi menerima paparan singkat dari awak kapal. Setelah itu, pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik penting seperti anjungan, pusat informasi tempur, machinery control room, akomodasi prajurit, dapur, ruang kesehatan, dan area pendukung lainnya.
“Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh peralatan dan sistem KRI Sultan Iskandar Muda berada dalam kondisi layak dan sesuai standar PBB,” kata Komandan KRI Sultan Iskandar Muda Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah dalam keterangannya, dikutip Senin (22/12).
Tim inspeksi juga memberikan apresiasi atas kesiapan KRI Sultan Iskandar Muda dalam mendukung tugas MTF UNIFIL di wilayah operasi maritim Lebanon.
Annurullah menjelaskan pemenuhan standar tersebut menjadi syarat utama agar unsur laut dapat menjalankan misi di bawah komando PBB. Menurutnya, kesiapan teknis kapal harus dibarengi dengan kompetensi personel dan administrasi yang tertib.
Baca Juga: Usai Jalani Proses Hukum di Thailand, 13 WNI dipulangkan
“Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya TNI AL menjaga kesiapan unsur-unsurnya selama penugasan luar negeri. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sebelumnya menegaskan setiap unsur yang dikirim dalam misi internasional harus siap operasi dan memenuhi standar yang berlaku,” tegasnya.
KRI Sultan Iskandar Muda telah menjalankan misi UNIFIL sebagai bagian dari Maritime Task Force hampir satu tahun terakhir. Kapal perang TNI AL ini kini memasuki fase akhir penugasan menjelang pergantian unsur satgas MTF di wilayah operasi Lebanon. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































