Menlu AS: Pemberontakan Wagner Tunjukkan "Keretakan" di Rusia

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyebutkan bahwa pemberontakan kelompok tentara bayaran Wagner merupakan sebuah masalah internal yang mempengaruhi kondisi konflik di Ukraina. Menurutnya, insiden tersebut juga mengungkapkan adanya "keretakan" di kepemimpinan Rusia.
Dilansir dari Reuters, Rabu (28/6), Blinken menilai pemberontakan Wagner telah melemahkan kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurutnya, ketegangan internal yang memicu aksi tersebut telah meningkat selama beberapa bulan terakhir. Tentunya insiden itu mempengaruhi kemampuan militer Moskow di Ukraina.
Baca Juga: Rangkaian Rudal Rusia Hantam Restoran dan Desa di Ukraina, Empat Orang Tewas
“Kami telah melihat lebih banyak retakan muncul di Rusia. Kami memiliki segala macam pertanyaan baru yang harus dijawab Putin," kata Blinken.
Ia menyebut, keadaan itu dapat menguntungkan posisi Ukraina yang sedang berfokus melakukan serangan balasan terhadap pasukan Rusia.
"Fokus kami tegas dan tanpa henti pada Ukraina, memastikan bahwa ia memiliki apa yang diperlukan untuk mempertahankan diri dan merebut kembali wilayah yang direbut Rusia," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Mantan Perdana Menteri Pakistan, 100 Orang Demonstran akan Disidang di Pengadilan Militer
Sementara, Senator AS Ben Cardin mengatakan gejolak di Rusia tidak mempengaruhi komitmen Washington untuk terus membantu Ukraina meluncurkan serangan balasan yang telah lama dipersiapkan terhadap Rusia.
"Ini adalah waktu kritis bagi Ukraina. Serangan balasan ini akan menentukan di mana kita akan berada dalam satu atau dua tahun ke depan," kata Cardin. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































