Menilik 10 Poin Perdamaian Ukraina yang ditolak Rusia

Jakarta, IDM - Rusia menolak 10 poin perdamaian yang digagas oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada dunia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa gagasan itu, termasuk "mengusir Rusia dari empat wilayah aneksasi yaitu Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia merupakan sebuah ilusi," ujarnya dilansir Tass.
Zelensky pertama kali mengajukan formula perdamaian ini saat KTT G20 di Indonesia pada November 2022. Poin perdamaian ini kembali digaungkan oleh Zelensky saat berkunjung ke AS untuk bertemu Presiden Joe Biden pada pekan lalu.
Berikut penjelasan 10 poin perdamaian Ukraina:
Pertama, memastikan keamanan radiasi dan nuklir, khususnya pemulihan keamanan di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang sekarang diduduki Rusia.
Kedua, membangun ketahanan pangan dengan melindungi ketersediaan dan jalur ekspor biji-bijian Ukraina ke negara-negara lain.
Ketiga, memastikan keamanan energi dengan melakukan pembatasan harga gas Rusia, serta memulihkan infrastruktur listrik Ukraina yang sebagian besar telah rusak akibat serangan Rusia.
Keempat, pembebasan semua tahanan dan orang yang dideportasi, termasuk tahanan perang dari Rusia.
Kelima, memulihkan teritorial Ukraina dan menegaskannya kembali sesuai Piagam PBB.
Keenam, menghentikan konflik dan penarikan pasukan Rusia serta pemulihan perbatasan antara kedua negara.
Ketujuh, pembentukan pengadilan khusus untuk mengadili kejahatan perang Rusia.
Baca: Kunjungi Ukraina, Menhan Prancis Janji Tambah Dukungan Pertahanan
Kedelapan, perlunya perlindungan lingkungan untuk mencegah ekosida dengan berfokus pada penghapusan ranjau dan pemulihan fasilitas pengolahan air.
Kesembilan, pencegahan eskalasi konflik dan membangun forum keamanan untuk wilayah Euro-Atlantik.
Kesepuluh, memastikan konflik berakhir dengan menandatangani dokumen kesepakatan oleh pihak-pihak yang terlibat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































