INTERNASIONAL

Mengenal Houthi Yaman, Militan yang Gencarkan Serangan di Laut Merah

Houthi
Misil yang diluncurkan Houthi dari Sanaa Yaman ke Israel. (Foto: Dok. Iranintl.com)

Jakarta, IDM - Kelompok militan Houthi Yaman telah berulang kali melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersil di Laut Merah. Houthi beralasan, kapal-kapal yang menjadi target itu berafiliasi atau menuju ke Israel.

Banyak negara termasuk Amerika Serikat mengecam tindakan Houthi hingga mengerahkan operasi multinasional khusus untuk melindungi perdagangan di Laut Merah. Kendati demikian, Houthi terus melakukan serangan dalam upaya mendukung Palestina di konflik Gaza. Lalu siapa itu Houthi?

Baca Juga: Amnesty International Desak Junta Myanmar Diselidiki Atas Kejahatan Perang

Dilansir dari Reuters, Senin (25/2), keluarga Houthi yang tinggal di Yaman membentuk kelompok khusus Syi'ah pada akhir tahun 1990-an. Namun, ketika perselisihan dengan pemerintah semakin meningkat, mereka melancarkan serangkaian perang gerilya dan juga berkonflik dengan Arab Saudi di perbatasan.

Kekuatan mereka tumbuh selama perang Yaman yang dimulai pada akhir tahun 2014, ketika mereka merebut wilayah Sanaa. Houthi pun menguasai sebagian besar wilayah utara, sementara pemerintah yang diakui secara internasional bermarkas di Aden.

Dalam konflik di Gaza yang pecah pada 7 Oktober 2023 lalu, Houthi menyatakan dukungannya terhadap warga Gaza yang diserang Israel. Dukungan itu ditunjukkan dengan serangan rudal ke Israel pada 31 Oktober 2023.

Baca Juga: Ukraina Klaim Tembak Jatuh Tiga Pesawat Tempur Su-34 Rusia

Serangan semakin digencarkan sejak 9 Desember 2023. Kini Houthi menargetkan semua kapal yang menuju ke Israel, apapun kebangsaannya, dan memperingatkan semua perusahaan pelayaran internasional agar tidak berurusan dengan pelabuhan Israel.

“Jika Gaza tidak menerima makanan dan obat-obatan yang dibutuhkannya, semua kapal di Laut Merah yang menuju pelabuhan Israel, apapun kewarganegaraannya, akan menjadi sasaran angkatan bersenjata kami,” kata juru bicara Houthi dalam pernyataannya pada 9 Desember 2023 lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.