INTERNASIONAL

Amnesty International Desak Junta Myanmar Diselidiki Atas Kejahatan Perang

Tempat penyalur bom cluster
Tempat penyalur bom cluster yang digunakan di Negara Bagian Shan Myanmar. (Foto: Dok. Amnesty.org)

Jakarta, IDM - Amnesty International mengatakan bahwa junta militer Myanmar harus diselidiki atas kejahatan perang karena telah melakukan serangan terhadap warga sipil berupa mengambil paksa barang-barang berharga warga, menahan, hingga membunuh mereka.

"Militer Myanmar memiliki riwayat serangan tanpa pandang bulu yang menghancurkan bagi warga sipil. Respons brutal mereka merupakan pola yang sudah berlangsung lama,” kata Matt Wells, Direktur Program Respons Krisis Amnesty International melansir Amnesty.org, Sabtu (23/12).

Baca Juga: Turki Kembali Serang Markas Militan Kurdi di Irak Utara

Wells menjelaskan, pihaknya berhasil mendokumentasikan penggunaan munisi cluster yang dilarang di Negara Bagian Shan. Tindakan itu memaksa warga sipil harus mengungsi ke wilayah yang lebih aman.

"Hampir tiga tahun setelah kudeta, penderitaan warga sipil di seluruh Myanmar tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," ujarnya.

Baca Juga: Cina Kecam Filipina atas Klaim Wilayah di Laut Cina Selatan

Sejak kudeta pada tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, situasi Myanmar menjadi kacau. Lalu, konflik meningkat secara signifikan ketika tiga organisasi etnis bersenjata yaitu Tentara Arakan, Tentara Myanmar National Democratic Alliance dan Tentara Ta’ang National Liberation, melancarkan serangan terhadap pos-pos militer di perbatasan timur laut, yang dikenal sebagai 'Operasi 1027' pada 27 Oktober lalu.

Berdasarkan laporan PBB, 'Operasi 102 telah menewaskan 378 warga sipil, melukai 505 orang dan membuat lebih dari 660.000 orang mengungsi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.