INTERNASIONAL

Mendukung AS-Israel, Iran Tuntut Ganti Rugi dari Lima Negara Teluk

Dubes Iran untuk PBB Saeid Iravani.
Dubes Iran untuk PBB Saeid Iravani. (Foto: Dok. News.un.org)

Jakarta, IDM – Iran menuntut ganti rugi dari lima negara Teluk yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Yordania karena diyakini mendukung serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

Melansir Tasnim, Selasa (14/4), tuntutan itu diungkapkan oleh Dubes Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani dalam sebuah surat untuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Jamal Fares Alrowaiei.

Baca Juga: Isi Kesepakatan Menhan Sjafrie-Menteri Hegseth di Pentagon, Modernisasi hingga Pencarian Jenazah Personel AS PD II

"Para agresor telah menggunakan wilayah Bahrain, Arab Saudi, Qatar, UEA, dan Yordania untuk melakukan tindakan agresi terhadap Iran. Tindakan negara-negara tersebut yang mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh para agresor terhadap Iran dapat dikategorikan sebagai tindakan agresi," tulis Iravani dalam surat tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa setiap pangkalan atau fasilitas militer yang digunakan untuk mendukung serangan gabungan AS-Israel dapat dianggap sebagai sasaran militer yang sah berdasarkan hak Iran untuk membela diri. Ia menekankan, Iran berhak untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna mencegah korban jiwa dan kerusakan lebih lanjut.

"Mereka telah melanggar kewajiban mereka kepada Iran berdasarkan hukum internasional, sehingga menimbulkan tanggung jawab internasional mereka," katanya.

"[Mereka] harus memberikan ganti rugi penuh kepada Iran, termasuk kompensasi atas semua kerugian materiil dan moral yang diderita sebagai akibat dari tindakan mereka yang melanggar hukum internasional," pungkasnya.

Baca Juga: Putin Tawarkan Kerja Sama Militer Strategis ke Indonesia, Fokus Pendidikan dan Penguatan SDM Pertahanan

Adapun, AS-Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menewaskan dan melukai ribuan orang. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan terhadap Israel dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS sebelum disepakatinya gencatan senjata bersyarat yang diumumkan pada 8 April lalu.

Kendati demikian, delegasi Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan damai secara permanen usai perundingan selama 21 jam di Islamabad, Pakistan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.