Memasuki Minggu ke-12, Konflik Sudan Terus Berlanjut

Jakarta, IDM – Konflik bersenjata antara tentara Sudan dan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) terus berlanjut usai gencatan senjata pada akhir pekan. Bentrokan ini memasiki minggu ke-12 tanpa terlihat adanya upaya damai.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (3/7), Kota Khartoum dan Kota Omdurman kembali digempur oleh serangan udara dan tembakan artileri usai gencatan senjata saat libur Idul Adha berakhir pada pekan lalu. RSF dilaporkan telah menjatuhkan sebuah drone kamikaze ke markas tentara Sudan di wilayah Bahri yang berada di Utara Khartoum.
Baca Juga: Pentagon: Balon Pengintai Cina Tidak Mengumpulkan Informasi Intelijen
“RSF mengatakan telah menjatuhkan jet tempur tentara Sudan di kota Bahri atau Khartoum Utara,” kata Al Jazeera.
RSF juga mendominasi Ibu Kota Khartoum dan disebut telah menjarah rumah-rumah penduduk, sementara tentara Sudan semakin meningkatan serangan udara dan artileri.
Baca Juga: Human Right Watch: Ukraina Gunakan Ranjau Darat di Medan Tempur
Pertempuran ini dilaporkan telah menewaskan ribuan korban sejak 15 April lalu. Konflik yang menghancurkan banyak infrastruktur penting ini pun telah menimbulkan krisis kemanusiaan. Mayoritas penduduk di kota yang terdampak kekurangan air, listrik hingga bahan pokok.
Meskipun sebelumnya kedua pihak bertikai setuju untuk dimediasi oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi, nyatanya hingga kini konflik masih berkecamuk tanpa adanya tanda-tanda menuju perdamaian. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































