PARLEMEN

Mandat TNI Makin Luas, Peningkatan Kesejahteraan Prajurit tak Bisa Ditunda

prajurit TNI
Tugas prajurit TNI semakin meluas sejak adanya OMSP. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM - Penguatan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh modernisasi alutsista dan kesiapan tempur, tetapi juga oleh pemahaman publik terhadap peran strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta kesejahteraan prajurit yang menjalankan tugas di lapangan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Komando Resor Militer (Korem) 081/Dhirotsaha Jaya, Jawa Timur.

Menurutnya, lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 telah memperkuat landasan hukum bagi TNI dalam menjalankan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu berbagai program pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga: Kesejahteraan Pilot Tempur jadi Kunci Penguatan Pertahanan Udara Nasional

Maka dari itu, sosialisasi kepada masyarakat menjadi penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap keterlibatan TNI dalam berbagai kegiatan nontempur yang berkaitan dengan kepentingan nasional.

"TNI itu sekarang mempunyai tugas tambahan yang tertuang, yang sudah dilegitimasi di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang OMSP. Di mana, TNI itu melakukan apapun itu dia sudah diwadahi oleh regulasi,” ucap Elita.

“Jadi boleh, dia boleh membantu tentang program-program di pemerintah daerah," tambahnya.

Ia menilai dalam dinamika ancaman modern yang semakin kompleks, OMSP menjadi instrumen strategis yang memungkinkan TNI berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari penanggulangan bencana, pengamanan objek vital nasional, hingga mendukung percepatan pembangunan daerah.

Baca Juga: Optimalisasi Aset Strategis Perkuat Sinergi Pertahanan dan Transportasi Udara Nasional

Elita menilai literasi publik mengenai ruang lingkup OMSP harus terus diperkuat agar sinergi antara militer dan masyarakat dapat berjalan efektif.

Di sisi lain, Elita mengingatkan perluasan mandat tugas TNI harus diimbangi dengan perhatian serius terhadap kesejahteraan personel.

Menurutnya, prajurit yang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara berhak memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga: Kesepakatan AS-Iran jadi Angin Segar bagi Stabilitas Keamanan Global

"Terutama mungkin saya agak lebih punya cita-cita, punya mimpi, bahwa kualitas hidup harus naik. Karena saya sudah pantau 11 tahun lebih ini belum ada perubahan. Jadi mudah-mudahan pemerintah nanti ke depan situasi keuangan kita sudah membaik, fiskal kita sudah membaik, bahwa bisa kesejahteraan TNI jadi lebih baik," tegasnya.

Elita menegaskan Komisi I DPR RI akan terus mengawal kebijakan anggaran pertahanan agar tidak hanya berfokus pada penguatan alat utama sistem persenjataan, tetapi juga menyentuh aspek sumber daya manusia.

Elita menyatakan prajurit yang profesional dan sejahtera merupakan fondasi utama bagi terwujudnya kekuatan pertahanan yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.