Lebih dari 9.000 Anak Dirawat di Gaza karena Kekurangan Gizi Akut

Jakarta, IDM – Di tengah berlakunya gencatan senjata, kekurangan gizi terus merenggut nyawa anak-anak di Gaza. Badan perlindungan anak PBB, UNICEF, melaporkan bahwa lebih dari 9.000 anak dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi akut pada bulan Oktober.
Tess Ingram, Juru Bicara UNICEF mengatakan bahwa 9.300 anak dirawat karena kekurangan gizi akut parah pada bulan Oktober. Namun pada Agustus lalu, jumlah anak yang dirawat mencapai 14.000 orang.
Baca Juga: Terjebak Online Scam di Myanmar, KBRI Proses Pemulangan Ratusan WNI
“Di rumah sakit Gaza, saya telah bertemu beberapa bayi baru lahir yang beratnya kurang dari satu kilogram, dada kecil mereka terengah-engah berusaha untuk tetap hidup," ujarnya melansir The Guardian, Rabu (10/12).
Sementara pada bulan Oktober, sekitar 8.300 wanita hamil dan menyusui juga dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi akut. Meskipun pengiriman bantuan yang masuk ke Gaza telah meningkat sejak masa gencatan senjata, tetapi PBB menilai jumlahnya masih sangat tidak memadai dibandingkan dengan kebutuhan.
Baca Juga: Indonesia-Pakistan Tegaskan Kemitraan Baru, Prioritaskan Agrikultur dan Teknologi Informasi
“Angka ini masih sangat tinggi. Pola ini merupakan peringatan serius dan kemungkinan akan mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah di Jalur Gaza selama beberapa bulan mendatang,” kata Ingram.
“Ini belum berakhir. Generasi keluarga, termasuk mereka yang lahir sekarang di tengah gencatan senjata ini, telah selamanya berubah karena apa yang telah menimpa mereka," tutupnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































