Kosong Kepemimpinan, Bagaimana Nasib Wagner ke Depan?

Jakarta, IDM - Pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin dinyatakan tewas setelah pesawat yang ia tumpangi jatuh di utara Moskow pada beberapa waktu lalu. Kematiannya menimbulkan tanda tanda, khususnya terkait nasib pasukan tentara Wagner yang kosong kepemimpinan.
Dilansir dari BBC, Jumat (25/8), kematian Prigozhin membuat banyak pengamat berspekulasi akan bagaimana keberlangsungan Wagner. Dr Joana de Deus Pereira, peneliti senior di Royal United Services Institute (Rusi), menilai bahwa mungkin Wagner kini sedang 'pembenahan khusus' tetapi keseluruhan operasi kelompok itu akan berlanjut dengan cara yang sama seperti di bawah kepemimpinan Prigozhin.
Baca Juga: Peluncuran Satelit Pengintai Militer Korut Lagi-lagi Gagal
“Organisasi ini mungkin akan bertahan di masa depan dengan nama lain, namun mereka telah membuktikan bahwa mereka mempunyai kapasitas untuk beradaptasi dan berubah,” katanya.
Senada, Ruslan Trad selaku analis keamanan di Atlantic Council mengatakan Wagner akan tetap 'eksis' dengan adanya pemimpin baru. Menurutnya, seseorang yang memiliki koneksi dengan dinas intelijen militer Rusia berpotensi diangkat menjadi pemimpin Wagner.
Kendati demikian, Trad menilai tantangan utama Putin yaitu menemukan seseorang yang berkantong tebal untuk mendanai operasi paramiliter. Tetapi cukup dipercaya dan tidak akan menantang pemerintahannya seperti Prigozhin.
Baca Juga: Mulai Oktober, AS Akan Latih Pilot Ukraina Terbangkan Pesawat Tempur F-16
“Saya pikir akan lebih sulit untuk menemukan pemodal baru karena Wagner punya komandan yang baik, tapi uang penting di sini. Mungkin mereka akan mengangkat seseorang dari lingkaran dekat Putin," ujar Trad.
Sementara, Benoît Bringer, seorang jurnalis yang membuat film dokumenter 'The Rise of Wagner' berpendapat bahwa salah satu kandidat utama untuk menjadi pemimpin baru adalah Jenderal Andrey Averyanov. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci mengapa jenderal itu yang paling potensial. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































