INTERNASIONAL

Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur usai Korsel Uji Coba Rudal Baru

rudal
Korut uji coba rudal strategis jarak menengah pada 3 Oktober 2025. (Foto: Dok. KCNA)

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) luncurkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Timur pada Senin (12/10). Hal itu dilakukan setelah Korea Selatan (Korsel) berhasil uji coba pertama hypersonic glide vehicle buatan mereka.

Melansir Yonhap, Kepala Staf Gabungan Korsel (Joint Chiefs of Staf/JCS) mendeteksi peluncuran itu sekitar pukul 09.20 waktu setempat dari wilayah Pyongyang. Rudal meluncur sejauh 900 kilometer sebelum akhirnya jatuh ke Laut Timur.

Baca Juga: Proyektil Hantam Bandara Saudi, Indonesia Desak Konflik Dihentikan

Sementara, Wakil Menteri Pertahanan Jepang Takashi Koyari mengatakan setidaknya dua rudal diluncurkan dengan selang waktu 17 menit. Rudal pertama menempuh jarak sekitar 220 kilometer dan rudal kedua lebih dari 910 kilometer.

"Analisis awal menunjukkan bahwa peluncuran tersebut dipandang sebagai protes terhadap keberhasilan peluncuran hypersonic glide vehicle (HGV) kami, serta sebagai pamer pencapaian Korut dalam rencana lima tahunnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan demonstrasi atas kemampuan rudal," ujar juru bicara JCS Jang Do-young, seraya menambahkan bahwa pihak terkait tengah menganalisis jenis rudal balistik yang diluncurkan.

Pada Kamis (8/10), Korsel sukses melakukan uji coba hypersonic glide vehicle (HGV) pertama buatan dalam negeri. Presiden Korsel Lee Jae-myung, yang meninjau langsung peluncuran itu, memandangnya sebagai upaya menuju pertahanan yang mandiri.

Baca Juga: Mahkamah Pidana Internasional Kecam Sanksi AS, Halangi Penegakkan Keadilan

HGV merupakan hulu ledak berbentuk pesawat layang yang terpisah dari roket pendorong rudal. Rudal itu mampu melesat hingga Mach 5 atau lebih, serta dapat mengubah lintasan terbang.

Saling unjuk kekuatan ini dilakukan setelah insiden ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi pada 21 September lalu. Investigasi gabungan militer Korsel dengan Komando PBB (United Nations Command/UNC) menemukan bahwa ledakan itu disebabkan oleh ranjau darat yang dipasang oleh militer Korut. Namun, otoritas Pyongyang membantah hal tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.