Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur Usai Bersitegang dengan Korsel

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Timur pada Sabtu (3/10), di tengah meningkatnya ketegangan akibat ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi.
Melansir Yonhap, Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staf) Korsel mendeteksi peluncuran rudal balistik Korut dari Kota Pelabuhan Wonsan pada pukul 6.30 pagi waktu setempat. Rudal melesat lebih dari 700 kilometer sebelum akhirnya jatuh ke laut.
Baca Juga: Tiba di Kongo, Satgas INDORDB XXXIX-H Siap Emban Misi Perdamaian
"Militer kami memantau dengan cermat berbagai pergerakan Korut dalam kerangka postur pertahanan gabungan Korsel-AS yang tangguh, serta mempertahankan kemampuan dan kesiapan untuk merespons secara tegas setiap provokasi," ujar JCS.
Jepang turut mendeteksi peluncuran rudal tersebut seraya mengeluarkan peringatan bahwa pihaknya akan terus memastikan keamanan penerbangan. Sementara, Komando Pasifik Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa peluncuran rudal Korut tidak menimbulkan ancaman langsung.
"Berdasarkan penilaian saat ini, peristiwa tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel atau wilayah AS, maupun terhadap sekutu kami. Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mempertahankan wilayah dalam negeri AS serta sekutu kami di kawasan ini," kata Komando Pasifik AS melalui platform X @USPACOM.
Baca Juga: AS Kerahkan Kekuatan Tambahan ke Arab Saudi dan Qatar, Lindungi Fasilitas Energi
Peluncuran tersebut dilakukan sehari setelah Kim Yo Jong, saudara Presiden Korut Kim Jong Un membantah terlibat dalam insiden meledaknya ranjau di Zona Demiliterisasi, yang melukai tiga tentara Korsel yang sedang melakukan misi pengintaian.
Selain itu, ia juga menepis tawaran dialog antar-Korea dari Menteri Unifikasi Chung Dong-young dan menilainya sebagai halusinasi yang tidak layak ditanggapi. Adapun, peluncuran rudal balistik Korut terbaru merupakan yang ke-15 pada tahun ini, sekaligus yang pertama dalam 13 hari sejak 20 September lalu.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































