Korut Klaim Berhasil Uji Coba Rudal Jelajah Jenis Baru

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) mengatakan telah melakukan uji coba perdana rudal jelajah generasi baru sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kemampuan militer. Rudal bernama Pulhwasal-3-31 itu disebut strategis, yang biasanya mengacu mengacu pada senjata berkemampuan nuklir.
Baca Juga: Berencana Eksplorasi Gas Alam, Filipina Pastikan Kirim Angkatan Bersenjata ke Laut Filipina Barat
"Korut melakukan uji coba pertama rudal jelajah strategis tipe baru Pulhwasal-3-31. Uji tembak itu tidak berdampak negatif terhadap keamanan negara tetangga dan tidak ada kaitannya dengan situasi di kawasan," tulis KCNA, laman media resmi pemerintah Korut.
KCNA tidak merinci berapa banyak rudal yang ditembakkan. Namun, uji coba itu disebut sebagai proses pengembangan sistem senjata dan kegiatan rutin dari lembaga penelitian ilmiah pertahanan Korut.
Baca Juga: Jerman akan Kirim Enam Helikopter Sea King Mk41 ke Ukraina
Peluncuran rudal jelajah ini juga yang pertama dilakukan Korut sejak September tahun lalu dimana mereka uji coba dua rudal jelajah strategis jarak jauh ke arah Laut Kuning. Saat itu, Korit menyebut rudalnya meluncur sepanjang 1.500 km. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































