INTERNASIONAL

Berencana Eksplorasi Gas Alam, Filipina Pastikan Kirim Angkatan Bersenjata ke Laut Filipina Barat

Kapal Fregat Filipina
Kapal Fregat Filipina BRP Antonio Luna. (Foto: Dok. Pna.gov.ph)

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim Angkatan Bersenjata untuk menjamin eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam secara damai di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Filipina Barat.

“Kami berkembang menjadi konsep pertahanan yang memproyeksikan kekuatan kami ke wilayah-wilayah di mana kami harus, berdasarkan perintah dan kewajiban konstitusional, melindungi dan melestarikan sumber daya kami,” kata Teodoro melansir Reuters, Rabu (24/1).

Baca Juga: Korut Klaim Uji Coba Senjata Nuklir Bawah Air

Filipina menyebut sebagian Laut Cina Selatan yang berada dalam ZEE-nya sebagai Laut Filipina Barat, yang telah menjadi titik konflik dengan Cina. Pengadilan Arbitrase Internasional pun menetapkan klaim garis putus-putus Cina tidak sah berdasarkan hukum pada tahun 2016.

Sementara, Filipina telah lama berencana untuk melakukan pengeboran minyak dan gas alam di Reed Bank, di Laut Filipina Barat. Namun, tidak dijelaskan kapan rencana itu akan direalisasi. Teodoro pun menegaskan Filipina akan selalu mengedepankan perdamaian tetapi tetap tegas menjaga kedaulatan.

Baca Juga: Stok Senjata Menipis, NATO Sepakati Kontrak Pembelian Amunisi Senilai $1,2 Miliar

“Bukan kami yang merambah ZEE laut negara lain. Yang perambah punya wilayah laut yang sangat luas. Kami tidak ingin terjadi perkelahian, kami menginginkan perdamaian tetapi hal itu harus didasarkan pada hukum internasional dan keberlanjutan,” kata Teodoro.

Sebelumnya, perwakilan Filipina dan Cina melakukan pertemuan dan sepakat untuk meningkatkan komunikasi maritim dalam mengelola perbedaan di wilayah perairan yang menjadi jalur perdagangan internasional tersebut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.