Korut Klaim Berhasil Uji Coba Mesin untuk Rudal Hipersonik

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) diklaim berhasil menguji coba mesin berbahan bakar padat untuk rudal hipersonik jarak menengah, yang diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong Un.
Dilansir dari KCNA, Rabu (20/3), uji coba tersebut dilakukan di stasiun peluncuran satelit utama Sohae di dekat pantai bagian barat Korut. Uji coba itu disebut bagian dari meningkatkan kemampuan pertahanan nasional sekaligus sebagai menjadi salah satu negara dengan kemampuan rudal terkuat di dunia.
Baca Juga: Armenia dan Azerbaijan Terancam Kembali Perang
Berkat keberhasilan tersebut, Korut optimis bahwa program pengembangan sistem rudal hipersonik jarak menengah akan berjalan sesuai target di tengah dinamika lingkungan keamanan yang semakin tak menentu.
"Kim Jong Un menyatakan kepuasannya yang besar bahwa program senjata strategis yang direncakan selama lima tahun… telah berhasil diselesaikan," tulis KCNA.
Baca Juga: Hindari Serangan Ukraina, Rusia akan Evakuasi 9.000 Anak dari Wilayah Perbatasan
Sebelumnya, Korut juga telah menguji coba rudal hipersonik jarak menengah pada bulan Januari lalu, yang pada saat itu juga disebut menggunakan mesin bahan bakar padat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































