Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) meluncurkan sebuah rudal balistik ke Laut Timur pada Jumat (7/11) siang waktu setempat. Uji coba ini merupakan peluncuran rudal balistik keenam Korut sejak awal tahun 2025.
Kepala Staf Gabungan Korsel (Joint Chief of Staff/JCS) mengatakan rudal itu diluncurkan dari Kabupaten Taegwan di Provinsi Phyongan Utara, dekat perbatasan dengan Cina, pada pukul 12.35 siang waktu setempat.
Baca Juga: Polandia Buka Pelatihan Militer Baru, Terbuka bagi Semua Warga
"Militer kami telah memperkuat pengawasannya jika ada kemungkinan peluncuran tambahan, sembari terus berbagi informasi relevan dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang untuk mempertahankan postur yang sepenuhnya siap," katanya melansir Yonhap, Jumat (7/11).
Belum banyak informasi yang diketahui dari peluncuran tersebut. Dengan demikian, Korsel sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui jenis dan jangkauan rudal.
Baca Juga: Hamas Setujui Menteri Otoritas Palestina Kelola Gaza, Tolak Pasukan Asing
Korut terakhir kali uji coba rudal balistik jarak pendek pada 22 Oktober menjelang diselenggarakannya KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) di Korea Selatan (Korsel). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































