Korut Gelar Latihan Serangan Gabungan, Respons 'Freedom Edge'

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) mengelar "latihan serangan gabungan" yang melibatkan unit artileri dan rudal jarak jauh, sehari setelah Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang merampungkan latihan militer gabungan.
Melansir KCNA, Senin (14/9), latihan itu digelar pada Sabtu lalu dan melibatkan subunit terpilih dari lima unit artileri dan rudal Tentara Rakyat Korea (Korean People's Army/KPA).
Baca Juga: Presiden Prabowo di KTT BRICS: PBB Harus Representatif, Perdagangan Jangan Dipersenjatai
Latihan disebut melibatkan "sistem tempur baru," termasuk berbagai drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket multi-laras termobarik kaliber besar, dan rudal balistik taktis.
Menurut Kepala Komando Artileri Mayor Jenderal Yu Chang Son, latihan bertujuan untuk memperkuat postur serangan balik strategis militer dan meningkatkan kemampuan respons cepat unit selama keadaan darurat. Semua persenjataan diklaim mengenai sasaran dengan "akurasi 100 persen".
Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur Usai ‘Freedom Edge 2026’ Berakhir
"Kami juga akan terus memantapkan prosedur kesiapsiagaan serangan balik terhadap musuh melalui latihan-latihan praktis," ujarnya.
Sebelumnya, Korsel juga menyatakan telah melacak peluncuran beberapa rudal Korut ke arah Laut Timur. Peluncuran tersebut terjadi sehari setelah Korsel, AS, dan Jepang selesai latihan gabungan 'Freedom Edge' selama lima hari di perairan internasional dekat Korsel.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































