Korut Gelar Latihan Militer Jelang 'Ulchi Freedom Shield'

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) menggelar latihan tembak artileri untuk memperkuat kesiapan tempur. Hal itu dilakukan menjelang latihan militer gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) di Semenanjung Korea.
Baca Juga: Dua Kapal Militer Cina Tabrakan Saat Kejar Kapal Filipina
"Ini bertujuan untuk menguji dan menilai secara ketat kemampuan sub-unit artileri taktis dalam aksi tempur dan menjadi contoh sub-unit unggulan di seluruh angkatan darat," kata Angkatan Bersenjata Korut, melansir dari KCNA, laman media Pemerintah Korut, Rabu (13/8).
Latihan ini digelar seminggu sebelum latihan militer gabungan Korsel dan AS bertajuk 'Ulchi Freedom Shield' yang dijadwalkan pada 18-28 Agustus. Latihan Korut ini juga disebut rutinan tetapi sebelumnya Menhan Korut No Kwang-chol memperingatkan akan membela diri jika terjadi provokasi.
Baca Juga: Golden Dome akan Terdiri dari Empat Lapis Sistem Pertahanan
Korut telah seringkali mengecam latihan militer gabungan antara Korsel dan AS sebagai latihan untuk invasi. Sementara, medua sekutu itu menegaskan latihan gabungan bersifat defensif. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































