INTERNASIONAL

Korut Disebut Mulai Jalin Komunikasi Terkait Penahanan Tentara AS

Zona Demiliterisasi Korea
Zona Demiliterisasi Korea (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM - Wakil komandan UN Command mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) telah mulai membuka jalur komunikasi untuk membahas kasus tentara Amerika Serikat (AS) yang ditahan akibat melintasi perbatasan tanpa izin. Langkah itu diharapkan dapat menjadi permulaan yang baik agar tentara itu dapat kembali pulang dengan selamat.

Dilansir dari DW, Senin (24/7), Jenderal Andrew Harrison menjelaskan pihaknya telah memulai pembicaraan dengan otoritas militer Korut di Joint Security Area, sebuah zona demiliterisasi khusus yang memperbolehkan kedua pihak Korea untuk saling berhadapan di satu ruangan.

Baca Juga: Rusia Sebut Ukraina Telah Luncurkan Bom Cluster di Medan Tempur

"Pembicaraan telah dimulai dengan otoritas militer Korut melalui mekanisme perjanjian gencatan senjata," kata Harrison.

Harrison menegaskan, pembicaraan itu berlangsung cukup alot tetapi pihaknya terus memastikan Travis King, Tentara Angkatan Darat AS dengan pangkat Private 2nd Class (PV2) dalam keadaan sempurna. Namun, Harrison tidak menjelaskan secara rinci apakah pembicaraan itu menghasilkan langkah konkrit pembebasan King dalam waktu dekat.

"Perhatian utama kami adalah keselamatan Prajurit King," ujar Harrison.

Baca Juga: Perkuat Postur Militer, Kapal Selam AS Kembali Kunjungi Korsel

Menurut Harrison, otoritas AS bersikap optimis untuk dapat memulangkan King. Sebab, awalnya pihak Korut sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Sebelumnya, King merupakan prajurit yang ditahan di Korsel atas tuduhan penyerangan saat bertugas. Lalu, King mengabaikan perintah untuk kembali ke AS dan memilih mengikuti tur ke Zona Demiliterisasi Korea. Saat tur itulah, ia disebut secara sengaja melintas tanpa izin batas wilayah teritorial Korut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.