Korsel Luncurkan Satelit Pengintai Militer untuk Pertama Kalinya

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel) meluncurkan satelit pengintai militer untuk pertama kalinya, kurang lebih seminggu setelah Korea Utara (Korut) juga berhasil meluncurkan satelit serupa.
Dilansir dari Mnd.gov.kr, laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korsel, Sabtu (2/12), satelit ini diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg California menggunakan roket Falcon 9 SpaceX pada Jumat kemarin pukul 10.19 waktu setempat.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin, Presiden Ukraina Ungkap Babak Baru Perang dengan Rusia
"Komunikasi pertama dengan stasiun bumi di luar negeri berhasil, yang memastikan bahwa satelit itu dalam kondisi baik dan dipastikan berhasil mendarat di orbit," kata Kemhan Korsel.
Menurut Kemhan Korsel, satelit ini dikembangkan melalui kerja sama antara Korea Aerospace Research Institute, Badan Pengembangan Pertahanan, dan perusahaan dalam negeri. Keberhasilan ini dinilai tidak hanya memperkuat kekuatan militer tetapi juga memperkuat kemampuan industri luar angkasa Korsel.
“Dengan keberhasilan peluncuran satelit pengintaian militer pertama, kami telah memperoleh kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian independen,” ujarnya.
Baca Juga: Pantau Pergerakan Kapal di Laut Cina Selatan, Filipina Bangun Pos Penjaga Pantai Baru
Sebelumnya, Korsel tidak memiliki satelit pengintai militer tetapi menggunakan satelit milik Amerika Serikat (AS) untuk memantau pergerakan Korut. Korsel pun telah menangguhkan sebagian perjanjian antar-Korea sebagai tanggapan atas peluncuran satelit pengintai Korut.
"Kami sedang mengembangkan operasi pelengkap satelit pengintaian militer dan satelit mikro, sistem satelit untuk mengatasi struktur kompetitif Korut," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































