Kamis, 22 Februari 2024

Pantau Pergerakan Kapal di Laut Cina Selatan, Filipina Bangun Pos Penjaga Pantai Baru

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Filipina telah membangun pos penjaga pantai baru di pulau Thitu yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan pemantauan kapal dan pesawat di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (2/12), fasilitas tiga lantai itu dilengkapi dengan teknologi canggih seperti radar, identifikasi otomatis, komunikasi satelit, dan kamera untuk mengawasi pantai. Pembangunannya dipicu kekuatan Cina yang terus meningkat.

Baca Juga: Gencatan Senjata Berakhir, Pertempuran Kembali Terjadi di Jalur Gaza

“Perilaku penjaga pantai Cina, Angkatan Laut Cina terkadang tidak dapat diprediksi. Mereka tidak mematuhi tatanan internasional, aturan hukum. Apa yang mereka gambarkan sebagai taktik zona abu-abu murni penindasan dan ilegal. Ini tidak dapat diterima dalam tatanan internasional,” kata penasihat keamanan nasional Filipina Eduardo Ano.

Disebut oleh masyarakat lokal sebagai Pag-asa, Thitu terletak sekitar 480 km sebelah barat provinsi Palawan, Filipina. Kini, Thitu menjadi pos terdepan dan paling strategis di Laut Cina Selatan, yang sebagian besar diklaim oleh Cina.

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, Presiden Ukraina Ungkap Babak Baru Perang dengan Rusia

Selain Filipina dan Cina, beberapa negara lain seperti Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam turut mengklaim sebagian wilayah di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur ekspor-impor strategis global. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER