Korsel-AS Siap Serang Balik jika Korut Luncurkan Nuklir

Jakarta, IDM – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk membalas jika Korea Utara (Korut) melakukan serangan nuklir.
Dilansir dari Newsweek, Sabtu (9/11), ia mengatakan bahwa aliansi Korsel-AS berkomitmen terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan. Menurutnya, Korsel dapat mengandalkan senjata nuklir AS untuk mempertahankan diri.
Baca Juga: NATO Kecam Pengerahan Pasukan Korut ke Rusia
"Saya percaya bahwa akan tidak rasional bagi mereka memutuskan untuk melancarkan serangan nuklir terhadap Republik Korea (Korsel) dan jika mereka melakukannya, aliansi Korsel-AS yang berbasis nuklir akan segera menyerang Korut dengan senjata nuklir AS," kata Yoon.
Pada akhir Oktober lalu, Korut memamerkan kekuatan militer dengan menguji coba rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat baru yang diberi nama 'Hwasong-19'. Kementerian Pertahanan Korsel dan AS juga melaporkan Korut telah mengerahkan 11.000 pasukan ke Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































