Korsel, AS dan Jepang Gelar Latihan Gabungan di Semenanjung Korea

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Jepang menggelar latihan Angkatan Laut gabungan di Semenanjung Korea. Tujuannya untuk menanggapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).
Dilansir dari Yonhap, Rabu (17/1), latihan itu berlangsung di sekitar Pulau Jeju yang melibatkan sembilan kapal perang dari ketiga negara, termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson sejak dua hari lalu.
Baca Juga: Korut Klaim Berhasil Uji Coba Rudal Balistik Berhulu Ledak Hipersonik
“Latihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pencegahan dan respons ketiga negara terhadap ancaman nuklir dan rudal Korut serta ancaman maritim,” kata Joint Chief of Staff Korsel.
Latihan militer gabungan ini didasarkan atas kesepakatan trilateral yang diraih pada pertengahan tahun lalu. Nantinya, latihan trilateral akan digelar secara rutin untuk meningkatkan postur pertahanan.
Baca Juga: Qatar Sebut Israel-Hamas Sepakat Buka Jalur Kemanusiaan di Gaza
“Kesepakatan ini juga berfokus pada respons terhadap ancaman keamanan maritim dan meningkatkan kerja sama trilateral dalam membangun tatanan internasional berbasis aturan,” tambahnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































