Korsel akan Kembali Luncurkan Satelit Pengintai Militer

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korea Selatan (Korsel) berencana meluncurkan satelit militer kedua pada awal April mendatang. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan Korsel khususnya dalam memantau negara tetangganya, Korea Utara (Korut).
Dilansir dari Yonhap, Kamis (28/3), rencana peluncuran kedua ini merupakan bagian dari misi Korsel untuk mengorbitkan lima satelit pengintai hingga tahun 2025. Di mana yang pertama berhasil Korsel luncurkan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg California menggunakan roket Falcon 9 SpaceX pada Desember tahun lalu.
Baca Juga: Prancis akan Kirim 78 Howitzer ke Ukraina
“Konsultasi akhir sedang dilakukan dengan kontraktor satelit untuk peluncuran tersebut, yang diperkirakan akan dilakukan pada awal April,” kata Juru Bicara Kemhan Korsel Jeon Ha-kyu tanpa memberikan tanggal spesifik.
Satelit pengintai pertama merupakan hasil kerja sama antara Korea Aerospace Research Institute, Badan Pengembangan Pertahanan, dan perusahaan dalam negeri Korsel. Satelit itu dilengkapi sensor elektro-optik dan inframerah yang dapat menangkap gambar permukaan bumi secara detail.
Baca Juga: Rusia Diyakini Serang Kharkiv dengan Bom Jenis Baru
Sementara, satelit kedua yang akan diluncurkan merupakan satelit serupa dengan teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) yang mampu mengumpulkan data maupun gambar beresolusi tinggi di situasi apapun.
Rencana peluncuran kedua ini dilakukan ketika Korut juga berupaya untuk meningkatkan kemampuan pengintaian berbasis ruang angkasa. Berdasarkan informasi intelijen, Menhan Korsel Shin Won-sik menyebut Korut pun sedang mempersiapkan peluncuran satelit pengintai kedua meskipun belum ada tanda-tanda akan diluncurkan dalam waktu dekat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































