Konflik Kembali Memuncak, PBB Imbau Israel-Palestina Berdamai

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam konflik yang kembali memuncak antara Israel dan Palestina pada beberapa waktu lalu. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan beberapa warga sipil dari kedua belah pihak.
Dilansir dari Un.org, laman resmi PBB, Kamis (22/6), Guterres juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kekerasan tersebut. "PBB mengutuk semua aksi kekerasan terhadap warga sipil, termasuk aksi teror," kata Guterres.
Sementara, Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq mengatakan bahwa konflik antara kedua negara itu telah melanggar berbagai hukum internasional, khususnya terkait pemukiman ilegal. Kendati demikian, penyelesaian konflik ini harus didasari atas intensi perdamaian dari masing-masing pihak.
Baca Juga: Peretas Rusia Berupaya Sabotase Jaringan Industri Migas
“Pemukiman ilegal itu merupakan hambatan utama untuk mewujudkan solusi dua negara demi perdamaian yang adil, abadi, dan menyeluruh. Perluasan permukiman ilegal ini merupakan faktor utama pendorong ketegangan dan kekerasan yang signifikan serta memperdalam kekerasan terhadap kemanusiaan," jelas Haq.
Dalam pernyataan terpisah, PBB menyerukan Israel untuk mematuhi kewajibannya sesuai hukum internasional, termasuk penggunaan kekuatan secara proporsional serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil.
"Pada akhirnya, hanya melalui proses politik yang bermakna dan mengakhiri pendudukan, siklus kekerasan yang menyebabkan penderitaan dan kehilangan nyawa yang tak berperikemanusiaan ini dapat diakhiri," jelas PBB.
Baca Juga: Korsel Percepat Penempatan Permanen Sistem THAAD Milik Amerika Serikat
Sebelumnya, konflik kembali memanas ketika helikopter pasukan Israel menembakkan rudal sebagai ke sejumlah kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat. Serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan militan Palestina yang meledakkan bom rakitan ke kendaraan tempur yang sedang membawa beberapa tentara Israel.
PBB melaporkan, lebih dari 160 warga Palestina yang bermukim di Tepi Barat maupun Jalur Gaza, dan 21 warga Israel telah tewas akibat konflik sejak awal tahun 2023. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































