INTERNASIONAL

Konflik Gaza Wujud Kegagalan Komitmen Tegakkan Hukum Internasional

Menlu RI Sugiono.
Menlu RI Sugiono. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan bahwa situasi di Gaza merupakan wujud kegagalan masyarakat internasional dalam menegakkan hukum internasional dan multilateralisme.

Hal itu ia ungkapkan saat pertemuan High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB (DK PBB) bertema 'Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System' di Markas Besar PBB, New York, pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kembali Diserang AS, Iran Peringatkan Balasan Lebih Berat dan Kuat

"Tantangan global saat ini bukan disebabkan karena Piagam PBB kehilangan relevansi, melainkan karena prinsip-prinsip hukum internasional dan multilateralisme terlalu sering diterapkan secara selektif," katanya, melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Rabu (27/5).

"Indonesia menilai bahwa situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa solusi Dua Negara berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB tetap merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Ia juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan serangan terhadap prinsip multilateralisme. Perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB harus dilakukan dengan mutlak.

Selain itu, ia menggarisbawahi meningkatnya ancaman keamanan global, termasuk dampak perkembangan kecerdasan buatan dan autonomous weapons terhadap karakter konflik modern.

Baca Juga: Di Tengah Perundingan Damai, AS Serang Iran

"Dalam konteks tersebut, Indonesia kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, transparan, akuntabel, dan mampu mencerminkan suara negara-negara berkembang," imbuhnya.

Adapun, pertemuan tingkat tinggi itu dipimpin oleh Menlu Cina Wang Yi selaku Presiden Dewan Keamanan PBB bulan Mei 2026 dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Di sela-sela rangkaian pertemuan, ia turut melakukan pertemuan bilateral dengan Wang dan Menlu Argentina guna membahas isu-isu strategis bilateral serta perkembangan kawasan dan global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.