Komisi I Setujui Penjualan KRI Teluk Sampit-515

Jakarta, IDM - Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) Herindra menghadiri rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani ( diwakili Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara ) yang juga menghadirkan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono di ruang rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis, (24/3).
Rapat Kerja tersebut membahas persetujuan penjualan barang milik negara (BMN) berupa Kapal Eks KRI Teluk Sampit-515 pada Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) sesuai dengan surat presiden RI Nomor: R-57/Pres/12/2021 perihal permohonan persetujuan penjualan barang milik negara yang harus dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Herindra menjelaskan alasan penjualan dua eks KRI, yaitu Kapal Eks KRI Teluk Sampit-515 bahwa kondisi material eks kapal perang Indonesia itu tidak layak guna karena banyaknya bagian keropos di kapal dan perpipaan. Permesinan, kelistrikan, peralatan navigasi komunikasi, dan instrumen di anjungan pun sudah tidak bisa digunakan lagi. TNI AL sebagai pengguna aset itu mengajukan penghapusan eks KRI Teluk Sampit 515 dari daftar barang milik negara.
"Dengan melihat kondisi tersebut maka didapatkan nilai taksiran KRI Teluk Sampit 515 sebesar Rp740.306.974," ujar Herindra.
Proses penghapusan BMN berupa KRI Teluk Sampit – 515 sudah sesuai Permenhan No 18 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara Selain Tanah dan/atau Bangunan di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia, penghapusan KRI Teluk Sampit – 515 tidak mengganggu tugas dan fungsi TNI, menjadi pemasukan bagi negara, tutup Herindra.
Dalam rapat Komisi I DPR, tujuh dari sembilan fraksi menyatakan setuju atas penjualan kapal eks KRI Teluk Sampit 515. Artinya, kapal tersebut akan segera dilelang oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.
Pengajuan itu telah mendapatkan persetujuan Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, dan Presiden. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































