Komisi I Minta Pemerintah Tambah Anggaran untuk Kavaleri

Jakarta, IDM - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya meminta pemerintah untuk menambah anggaran untuk Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) dan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav). Hal ini dikatakannya saat mendengarkan langsung keluhan Pussenkav dan Pusdikkav di Padalarang, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
"Kita berharap Pemerintah hari ini maupun Pemerintah ke depan, juga terus mendukung Pussenkav dan Pusdikkav agar peralatan kita bisa semakin baik, semakin canggih dan selalu siap untuk pertempuran di zaman modern ini," ujarnya seperti dikutip dari Parlementaria Senin, (10/6).
Baca Juga: Perwira TNI-Polri Harumkan Nama Indonesia di United Nations Office at Geneva
Ia mengatakan Pussenkav dan Pusdikkav menyampaikan kendala yang dihadapi saat ini yakni adanya keterbatasan pada alutsista, sapras, logistik dan anggaran. Komisi I pun mendukung untuk adanya tambahan anggaran ke depan, karena hal ini untuk mendukung Kavaleri Indonesia terlebih perang modern ini tak boleh diabaikan.
"Kami dari Komisi I tentu melihat masih banyak sebetulnya dukungan yang diperlukan oleh Pussenkav maupun Pusdikkav ya sebagai garda terdepan untuk Kavaleri kita dan juga untuk maintenance alat-alat tempur kita, tentu hal ini di zaman perang modern ini tidak boleh diabaikan," tutur politisi Demokrat itu.
Baca Juga: TNI AD dan Australia Akan Gelar Latma Wirra Jaya Ausindo 2024 di Pantai Ambal, Kebumen
Komisi I pun berkomitmen untuk menyuarakan masukan dan kendala daripada Pussenkav dan Pusdikkav ini pada Rapat Kerja bersama Menteri Pertahanan maupun Panglima TNI. Hal ini agar kedepan Pussenkav dan Pusdikkav mendapat dukungan anggaran untuk pengembangan perang modern.
"Tentu kami akan mensuarakan hasil masukan dan paparan dan juga temuan lapangan yang kami lihat pada hari ini. Dan kami akan sampaikan pada saat Raker nanti dengan Menhan maupun dengan Panglima TNI," pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































