PARLEMEN

Komisi I DPR RI Soroti Pentingnya Infrastruktur Penunjang Alutsista untuk Ketahanan Pangan Nasional

Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi
Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi, menyoroti pentingnya infrastruktur penunjnag teknologi dan alutsista untuk program ketahanan pangan nasional. (Foto: DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi, menyoroti pentingnya infrastruktur penunjang teknologi dan alutsista untuk program ketahanan pangan nasional.

Di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 RI, kemandirian di sektor, pangan, teknologi hingga sumber daya manusia harus jadi fokus utama.

Ia pun mengapresiasi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang terus memperluas konsep pertahanan. Tak hanya sekadar pertahanan militer kini menjadi pertahanan pangan.

Baca Juga: Tambah 6 Kodam Baru, Komisi I Minta TNI Semakin Responsif Persoalan Keamanan

"Ketika kita mampu memproduksi yang kita konsumsi, kita akan mandiri dan merdeka. Ketika kita mampu memproduksi yang dikonsumsi orang lain, kita akan maju. Tapi, jika kita tidak mampu memproduksi apa yang kita konsumsi sendiri, kita akan terjajah," terang Syahrul, yang dikutip Senin (18/8).

Syahrul menegaskan pangan adalah kebutuhan asasi yang menentukan kedaulatan bangsa. Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi agraris besar dan dinilai bisa mencapai swasembada bahkan menjadi eksportir pangan.

Maka, anggota komisi DPR yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen ini turut mendukung rencana Kementerian Pertahanan membentuk batalion khusus pangan.

Baca Juga: Komisi I DPR RI Desak Kasus Kematian Prada Lucky Diusut Tuntas dan Transparan

Namun, Syahrul mengingatkan agar pemerintah tak hanya fokus pada pertahanan pangan hingga mengabaikan pembangunan infrastruktur vital bagi masyarakat.

"Jangan kaku menafsirkan kebijakan pertahanan pangan hingga mengorbankan kebutuhan dasar lain," tegas Syahrul.

Syahrul mengatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pertahanan pangan Presiden Prabowo harus dibangun secara menyeluruh dengan tetap mengingatkan kemandirian nasional dan mengakomodir kebutuhan vital masyarakat di pelbagai daerah. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.