PARLEMEN

Komisi I DPR Minta Kemlu Tingkatkan Kesiapsiagaan Terkait Ketegangan AS–Iran

Rudal
Ketegangan Iran-AS meningkat setelah Washington mengerahkan kapal perang ke kawasan sekitar Iran. (Dok. Foto: X/Iriran_military)

Jakarta, IDM – Komisi I DPR RI meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meningkatkan kesiapsiagaan menyusul memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengarah pada konflik terbuka.

Desakan ini disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh sebagai respons atas eskalasi militer dan pernyataan agresif kedua negara.

Baca Juga: Sukamta: Indonesia Masuk Dewan Perdamaian jadi Diplomasi Alternatif untuk Palestina

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal perang ke kawasan sekitar Iran, diperparah dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mengancam akan melakukan serangan militer.

Menurut Oleh Soleh, situasi geopolitik global yang tidak stabil tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, khususnya Kemlu, mengingat potensi dampaknya terhadap kepentingan nasional dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI).

“Saya meminta Kementerian Luar Negeri untuk selalu siaga dan memantau perkembangan ketegangan Amerika Serikat dan Iran secara ketat. Situasi ini bisa meningkat sewaktu-waktu dan berdampak luas, termasuk terhadap WNI di kawasan tersebut,” ujar Oleh Soleh, Kamis (29/1).

Ia menegaskan langkah antisipatif harus segera disiapkan, terutama terkait perlindungan WNI yang berada di Iran. Oleh karena itu, ia meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: DPR Dorong Penyelesaian MoU Indonesia–UEA, Soroti Pajak Hibah

“KBRI Teheran harus aktif mengimbau WNI agar selalu waspada, mengikuti arahan resmi, serta menyiapkan langkah darurat jika terjadi kemungkinan terburuk,” tegasnya.

Oleh Soleh menambahkan, negara harus hadir secara nyata dalam situasi konflik internasional dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.